Blog Tour: Milea + Giveaway

Judul : Milea: Surat dari Dilan
Pengarang : Pidi Baiq
Penerbit : Pastel Books

Tahun : 2016

Sebuah buku bisa sangat laku karena beberapa hal. Pertama, bisa jadi buku tersebut ditulis oleh seorang terkenal yang telah melanglang buana di dunia publik figur sehingga banyak orang yang tahu tentangnya dan mungkin saja menggemarinya. Dengan begitu, sang penulis tak perlu payah untuk mempromosikan bukunya karena sudah pasti banyak orang yang akan penasaran buku apa yang ditulis olehnya sehingga membelinya. Yang kedua adalah keunikan dari buku itu sendiri. Entah itu digadang-gadang sebagai pionir dari sebuah genre atau subgenre, karakternya yang kuat, gambar sampulnya yang sangat ingin dimiliki dan dibaca, atau yang lainnya.

***


Dilan akhirnya bicara. Ia menyampaikan kisah yang sudah diceritakan oleh Milea melalui sudut pandangnya sendiri. Dimulai dari masa kecilnya yang bahagia dan harmonis bersama orang tua di Bandung, pertama kali melihat gadis rupawan bernama Milea Adnan Hussein, sampai kisah-kisah selanjutnya yang, sebenarnya, sudah disampaikan oleh Milea pada dua buku sebelumnya. Tapi, bila memang banyak yang memintanya angkat suara, Dilan harus apa? Tentu harus melakukan permintaan tersebut. Maka dengan buku ini, Dilan menumpahkan semua yang dirasakannya dan memberikan penjelasan tentang apa yang sudah dilaluinya.

Dilan bercerita tentang kecemburuannya terhadap Milea kala gadis itu diajak pergi ke ITB oleh Kang Adi. Sampai beberapa hari setelahnya ibunya Milea menelepon Dilan dan memberi tahu bahwa Milea menangis karena merasa sudah membohongi Dilan karena sudah berjanji tidak akan pergi saat itu. Melalui buku ini, Dilan juga bercerita ketika ia menghajar Anhar karena Anhar menampar Milea. Padahal Anhar belum menjelaskan apa pun kepada Dilan. Dilan berpendapat bahwa ia masih terbawa emosi, padahal Anhar hanya ingin Dilan memberikan perhatian kepada sahabat-sahabatnya setelah berpacaran dengan Milea.

***


Satu hal yang pasti tentang kisah Dilan dan Milea adalah karakteristiknya yang unik dan tampak begitu nyata bagi para penggemarnya. Usut punya usut adalah kisah nyata yang dinovelisasikan. Entah benar-benar terinspirasi dari kisah nyata tersebut atau penulis sangat lihai membuat ceritanya tampak seperti aslinya. Semua tentang Dilan membuat para pembaca wanita menggemarinya begitupun Milea bagi para pembaca pria. Apalagi cara Dilan merepresentasikan kerinduannya yang sering kali menggunakan kata-kata yang tegas namun terkesan romantis. Alhasil, bukan hanya tokoh di dalam novel saja yang jatuh cinta kepada Dilan.

Milea Adnan Hussein pada halaman 71. Ilustrasi: Pidi Baiq

Seri Dilan ini memang sangat digandrungi remaja dan sudah pasti amat laris. Hal kecil yang kulihat adalah dari buku yang kupegang saat membuat ulasan ini. Buku ini adalah cetakan kelima sejak diterbitkan pertama kali sejak Agustus 2016 lalu. Bila saja per sekali cetak menghasilkan 3.000 eksemplar buku, bisa dibayangkan berapa banyak buku yang telah terjual hingga cetakan kelima ini. Dan kabarnya, penerbit dan salah satu rumah produksi film sedang melakukan pencarian bakat aktor dan aktris yang akan memerankan Dilan dan Milea. Sudah pasti peluang yang tidak boleh dilewati ketika buku yang menjadi best seller tidak dibuat filmnya. Kita tunggu saja kapan trailer pertama akan hadir. Semoga tidak perlu menunggu lama sehingga para penggemar Dilan dan Milea segera menyaksikan kisah mereka dalam bentuk visual.

Yang membuatku sedikit terganggu adalah gaya penulisan yang disajikan dalam buku ini. Terlihat terlalu santai dan tidak memiliki aturan kata baku dan tidak baku yang konsisten. Memang sih ceritanya mengalir apa adanya. Namun, keteraturan bahasa akan membuat kisahnya terlihat matang dan rapi. Anehnya, semakin ke belakang, aku bisa menyesuaikan diri dengan gaya penulisan yang seperti ini. Aku bertanya-tanya apakah ini memang gaya penulis itu sendiri. Jadi ingin membaca karya-karyanya yang sebelumnya yang sepertinya jauh lebih ringan dan lucu ketimbang ini.

Terlepas dari itu, Dilan telah mencetak sejarah sebagai tokoh remaja pria dari buku yang disegani oleh para wanita dan, mungkin, pria juga. Begitu juga Milea. Dengan latar tahun 90-an, buku ini juga membuat pembaca yang sudah lebih dewasa teringat kembali bagaimana asyiknya menjalin hubungan spesial pada masa-masa itu. Jadi, sepertinya segala usia cocok membaca Dilan ini. Sungguh taktik cerdas yang diusung penulis, editor, dan penerbit. Jadi, siapa yang mau tahu suara hati Dilan akan Milea dan kisah masa lalunya yang belum dikuak pada dua buku sebelumnya?


Sepertinya seru bila mengetahui kisah romansa Dilan dan Milea dari sudut pandang si cowok yang terlihat tidak peduli, suka berkelahi, namun dibilang romantis. Saatnya kamu untuk mendapatkan satu eksemplar buku “Milea: Suara dari Dilan” karya Pidi Baiq ini. Giveaway ini adalah yang terakhir lho! Jadi, bagi yang belum beruntung di tiga blog sebelumnya, saatnya mencari peruntungan di blog Bibli. Jangan sampai ketinggalan! Caranya mudah:

  1. Ikuti “Ough, My Books!” via Google Friend Connect (GFC), Bloglovin, atau E-mail. Ikuti akun Twitter @raafian, penulis @pidibaiq, dan penerbit @DARemaja, serta Instagram penerbit @pastelbooks.id.
  2. Bagikan tautan giveaway ini via akun media sosialmu dengan mention akun di atas.
  3. Tulis Akun Twitter, kota domisili, dan tautan share tweet pada kolom komentar.
  4. Giveaway ini berakhir pada 27 Februari 2016. Pengumuman pemenang paling lambat 3 hari setelahnya.
Semoga beruntung!

***


Update!

Tepatnya ada 66 komentar yang hadir melalui pos ini. Itu berarti ada lebih dari 66 orang yang berminat dengan buku ini. Terima kasih buat teman-teman yang sudah berpartisipasi. Aku harus memilih satu nama sebagai pemenang giveaway novel Milea di blog Bibli. Aku akan memilihnya acak. Jadi, selamat kepada:

Rina Fitri (@Rinafiitri)

Silakan kirimkan data diri (nama, alamat lengkap, kode pos, dan nomor telepon) via oughmybooks (at) gmail (dot) com. Terima kasih atas tawaran blog tour kali ini dan terima kasih pula kepada penerbit. Sampai jumpa pada blog tour dan giveaway Bibli selanjutnya!

66 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *