Malam-malam Terang Blog Tour + Giveaway

Sampul

Judul : Malam-malam Terang

Pengarang : Tasniem Fauzia Rais & Ridho Rahmadi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2015
Dibaca : 22 April 2016

“Setinggi apa pun engkau terbang, dan ke belahan bumi mana pun kelak engkau bertualang, suatu saat kembalilah, negeri ini membutuhkanmu.” (hal. 33)


Kemarin, tepat 21 April yang merupakan perayaan Hari Kartini, aku masih terbawa desas-desus tidak menyenangkan tentang sosok perempuan Indonesia satu itu. Kartini dianggap representasi poligami karena merupakan anak dari istri ketiga ayahnya dan ia sendiri adalah istri ketiga. Salah satunya berkomentar, “Bahaya ya! Pahlawan nasional dibangga-banggakan poligaminya.” Aku tidak mengerti apa maksud komentarnya itu. Ada juga berita bertajuk “Mengapa Belanda Lebih Memilih Kartini, Bukan Cut Nyak Dien atau Dewi Sartika?” Sungguh, ini sudah di luar batas.

Kenapa aku mengangkat bahasan Kartini pada ulasan kali ini? Tentu untuk memperingati perjuangannya menginginkan kesetaraan perempuan terutama dalam bidang pendidikan. Selain itu, semangat perempuan yang dibawa oleh Kartini juga tertanam pada buku ini. Buku yang menceritakan seorang gadis hingga masa ketika ia bertemu seorang pria yang menjadi pasangan hidupnya.

Aku akan bilang buku ini adalah sebuah memoar. Walaupun bertele-tele dalam narasinya, dengan gaya penceritaan fiksi, kisah-kisah yang digulirkan bisa lebih menyenangkan dan mudah dicerna. Aku ingin tahu berapa porsi yang diberikan antara Tasniem dan Ridho pada tulisan duet mereka ini.

Satu hal yang bisa diserap dari buku ini adalah: kau harus tahu keinginanmu dan sekali kau mendapatkannya, kau harus betanggung jawab atas itu. Dan hal itu menyimpulkan bahwa walaupun disampaikan dari sudut pandang seorang Tasniem, buku ini bisa menjadi pelajaran tidak hanya untuk perempuan tetapi juga laki-laki; universal. Dan aku senang Tasniem menceritakan kisah hidupnya untuk dibagikan bersama buku ini. Sangat cocok dibaca oleh kalangan remaja yang masih mencari arti tanggung jawab dan persahabatan.

Menyoal judul bukunya, apa yang Tasniem dan sahabat-sahabatnya lakukan di malam hari untuk belajar adalah hal bagus untuk dijadikan sorotan utama. Aku pun sudah mendapat wejangan dari orangtua tentang itu. Jadi mengenang masa detik-detik menjelang ujian nasional dulu, aku selalu melakukan apa yang Tasniem lakukan.

“Aku belajar ketika kalian belajar, dan aku pun belajar ketika kalian tidur.” (hal. 200)


***

Giveaway!

Satu buku “Malam-malam Terang” bisa kamu dapatkan pada giveaway Bibli persembahan penulis kali ini. Caranya?
  1. Ikuti blog “Ough, My Books!” via Google Friend Connect (GFC).
  2. Ikuti akun Twitter @raafian dan Twitter penulisnya, @tasniemrais dan @ridhorahmadi09.
  3. Bagikan tautan giveaway ini via akun media sosialmu dengan mention akun di atas.
  4. Apakah semangat Kartini yang dapat kamu pelajari? Terangkan pada kolom komentar. Sertakan Akun Twitter dan tautan share tweet kamu.
  5. Giveaway ini berakhir pada 28 April 2016. Pengumuman pemenang paling lambat 30 April 2016.

Semoga beruntung! Selamat Hari Kartini! Selamat Hari Bumi!

19 Comments

  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *