Senja yang Mendadak Bisu Blog Tour + Giveaway

Yeay! Bibli dipercaya lagi untuk mengadakan blog tour di blog Bibli. Kali ini Bibli bekerja sama dengan Penerbit DIVA Press dan Kampus Fiksi untuk membagikan satu buku “Senja yang Mendadak Bisu” karya teman-teman alumni Kampus Fiksi pada ulang tahun kedua Kampus Fiksi. Kita cari tahu seberapa bagus fiksi para kandidat ini!

***
Sampul

Judul : Senja yang Mendadak Bisu

Pengarang : Lugina W.G. dkk.
Penerbit : de TEENS (DIVA Press)
Tahun : 2015
Dibaca : 16 Mei 2015
Rating : ★★★

“Aku ingin menjadi babi yang tidak perlu memotong kaki ketika keluarganya mati.” —Yosani (hal. 43)

Aku ditanyai Mas Dion, teman blogger sekaligus “orang dalam” DIVA Press, bersedia atau tidak mengulas buku kumpulan cerpen lokal. Mengingat diberi tenggat waktu lumayan sempit dan mengingat aku tidak begitu percaya diri dalam mengulas karya lokal, aku hampir menolak tawaran tersebut. Label “Kampus Fiksi” sepertinya meyakinkan siapa pun bahwa penulis-penulis dalam buku ini pernah menimba ilmu kepenulisan.
Ketika membaca buku ini, aku merasakan atmosfer berbeda dengan buku-buku kumcer lain yang pernah kubaca. Begini, aku juga sedang membaca kumcer dari salah satu penerbit yang penulis-penulisnya adalah pemenang ajang kepenulisan website yang juga dikelola penerbit itu. Kuakui, sangat mudah membandingkan keduanya. Dan sekali lagi kutekankan, “Senja yang Mendadak Bisu” berbeda.
“Senja yang Mendadak Bisu” merupakan satu dari 21 kumpulan cerpen yang ada pada buku ini. Kesemuanya serupa tapi tak sama. Serupa dalam memfiksikan pesona budaya Indonesia—yang menurut pengantar buku—menjadi imajinatif dan hiperrealistis. Hiperrealitas di sini, maksudnya, ketegangan-keharuan yang melampaui aktivitas seksual itu sendiri (halaman 6). Tetapi tak sama dalam kadar hiperrealitas setiap cerpennya.

Aku ingin sekali menjabarkan satu per satu cerpen di buku ini, tapi tidak perlu. Biar aku tekankan saja: masing-masing memiliki kekhasan sendiri. Masing-masing memiliki “kenangan” sendiri untuk bisa renungkan. Ada cerpen yang membuatku geram tak keruan: “Kapurung”. Bahkan ada cerpen yang membuatku mbrebes mili dan tediam sejenak: “Pohon Randu Wangi”.

Tetapi tidak sedikit cerpen yang membuatku biasa saja. Apalagi cerpen-cerpen pada bagian akhir yang seharusnya membuat memukau dan terngiang di kepalaku sebagai pembaca. Itulah satu saja yang sangat disayangkan: penempatan cerpen itu sendiri. Agar lebih terpatri dalam benak pembaca, seharusnya cerpen-cerpen dengan intensitas—dalam hal ini—hiperrealitas tinggi ditaruh di akhir.
Semeru
Terlepas dari hal di atas, aku masih bisa mengagumi keindahan Indonesia lewat buku ini. Aku selalu bertanya-tanya kapan aku akan benar-benar merasakan sendiri keindahan-keindahan itu. Semoga dikabulkan. Ada tiga “hal” tentang Indonesia yang membuatku terpukau dari buku ini:
  1. Iki Palek dari cerpen berjudul “Iki Palek, Sebuah Perih Rindu Tak Berkesudahan”. Merupakan tradisi potong jari bagi wanita Suku Dani dari Lembah Baliem. Jari disimbolkan sebagai kerukunan, kesatuan, juga kekuatan dalam diri manusia. Begitu pula bila anggota keluarganya mati, wanita Dani harus memotong ruas jarinya. (halaman 45)
  2. Ranu Lus dari cerpen berjudul “Kunang-kunang Ranu Lus”. Disebutkan sebagai danau perawan di Ranu Tompe, kawasan terlarang di zona inti Semeru yang dirahasiakan koordinatnya. (halaman 75)
  3. Wayang Klithik dari cerpen berjudul “Penerus Klithik”. Berasal dari Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus yang berada di kaki Gunung Blalak. Terbuat dari kayu pipih, diukir sesuai karakter yang beragam dan dicat warna-warni seperti wayang kulit. (halaman 128)
***
Giveaway!
Bagian yang ditunggu-tunggu tiba. Satu paket buku “Senja yang Mendadak Bisu” plus satu totebag “Kampus Fiksi” bisa kamu dapatkan pada giveaway Bibli kali ini. Perhatikan baik-baik ketentuan berikut.
  1. Ikuti akun Twitter @divapress01 dan sukai halaman Facebook Penerbit DIVA Press (wajib). Ikuti akun Twitter @raafian (opsional). 
  2. Bagikan tautan giveaway ini via akun media sosialmu dengan mention akun Twitter atau Facebook di atas.
  3. Renungkan “hal” tentang Indonesia yang sudah kujabarkan: Iki Palek, Ranu Lus, dan Wayang Klithik. Pilihlah salah satu dari ketiganya yang membuatmu paling menarik untuk dicari tahu asal-usulnya.
  4. Tuliskan pilihan dan alasanmu “kenapa kamu tertarik hal Indonesia tersebut” pada kolom komentar. Sertakan Nama, Kota Domisili, dan Akun Twitter kamu sebagai data diri.
  5. Giveaway ini berakhir pada 24 Mei 2015. Pengumuman pemenang pada 25 Mei 2015.
  6. Pemenang dipilih berdasarkan jawaban yang menurut Bibli paling oke. Tahu kan, kadar “oke” Bibli?

Cari tahu opini-opini seputar kumpulan cerpen “Senja yang Mendadak Bisu” lainnya pada blog penyelenggara sesuai jadwal berikut.
11 Mei – 17 Mei 2015 di Celotah Celoteh milik Mbak Ajjah.
18 Mei – 24 Mei 2015 di sini aja.
25 Mei – 31 Mei 2015 di Baca Biar Beken! milik Mas Dion.
1 Juni – 7 Juni 2015 di Bocah Kampung milik Mas Reza.

Selamat berimaji!

PENGUMUMAN PEMENANG DI SINI.

40 Comments

  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *