Sampul

Judul : Kisah Despereaux
Judul Asli : The Tale of Despereaux

Pengarang : Kate DiCamillo
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun : 2005
Dibaca : 30 Maret 2016
Rating : ★★★

Senang pada akhirnya mendapatkan buku langka ini. Setelah membaca “The Miraculous Journey of Edward Tulane” yang sangat menggugah, aku tidak akan melewatkan karya penulis buku yang memenangkan Newbery Award 2004 ini. Dilihat dari kedua buku yang kubaca, sepertinya sudah menjadi kekhasan penulis untuk menyajikan ilustrasi dalam setiap bukunya.

***

Despereaux adalah yang terakhir hidup dari semua calon bayi yang dilahirkan oleh ibunya. Sayangnya, dirinya tidak normal. Tubuhnya setengah dari tikus kastil kebanyakan dan telinganya sangat lebar. Ayah dan ibunya sedikit khawatir tentang kehidupan anak mereka itu. Tapi semakin lama, tikus kastil mungil bisa menjalani hidupnya.

Despereaux diajak oleh saudara-saudaranya berkeliling kastil untuk diajari hal-hal yang biasa dilakukan tikus; bergerak di sebelah pinggir dan menggerogoti kertas salah satunya. Tapi Despereaux malah tidak melakukannya. Ia membaca buku yang seharusnya ia gerogoti. Saking bandelnya, Despereaux yang samar-samar mendengarkan sebuah musik merayap mendekati asal suara indah itu dan berakhir pada ia melihat sang putri. Sang putri bernama Pea yang membuat Despereaux dimabuk asmara.

***

Aku suka dengan ceritanya yang sangat fantasi! Bagaimana mungkin seekor tikus kastil jatuh hati kepada seorang putri? Itulah yang membuat cerita pada buku ini unik. Ditambah ilustrasi karya Timothy Basil Ering yang realis, membuat kisah si tikus lebih menarik. Dongeng yang bisa mengajarkan anak-anak untuk bersikap berani dan belajar tentang konsekuensi.

Tema dongeng yang diangkat begitu tipikal. Layaknya dongeng seorang kesatria yang jatuh cinta kepada putri dan harus melewati berbagai rintangan dan cobaan untuk mendapatkan hati sang putri. Tidak masalah mengangkat hal jatuh cinta seperti itu, toh itu samar dan anak-anak tetap dapat mencernanya sebagai bentuk kasih sayang terhadap sesama. Namun, ada bagian di mana kata-kata kasar terceplos begitu saja yang tidak begitu cocok untuk anak-anak.

Buku ini diikutsertakan dalam Posting Bareng BBI 2016 bertema #BBILagiBaca yang diselenggarakan oleh Divisi Event BBI. Aku salut bagaimana Divisi Event membuat terobosan baru untuk setiap acaranya. #BBILagiBaca salah satunya. Jadi, kamu harus mengetweet perihal buku yang sedang dibaca via twitter dengan tagar #BBILagiBaca dan mention twitter @BBI_2011. Siapa yang tidak mau ikutan acara seseru ini? Aku sih tidak mau ketinggalan.

Jadi, aku sudah mengetweet perihal buku yang merupakan ulasan singkat buku ini. Lucunya, niat awalku adalah membaca “Me Before You” karya Jojo Moyes, tapi karena paruh kedua bulan Maret ini aku harus bepergian dan mengingat buku itu begitu tebal dan berat untuk dibawa, jadi kuurungkan dan kuganti dengan “The Tale of Despereaux”. Berikut cuplikannya.

Jadi, manakah yang harus Raafi baca untuk #BBILagiBaca?

— Abduraafi Andrian (@raafian) March 14, 2016

@raafian 1. Karena ada hal yang memungkinkanku tidak selesai baca “Me Before You” yang tebal dan berat, aku membatalkannya. #BBILagiBaca

— Blogger Buku Ind (@BBI_2011) March 24, 2016

@raafian 2. Sebagai gantinya, aku membaca “The Tale of Despereaux” karya Kate DiCamillo. #BBILagiBaca pic.twitter.com/QxSKmKAv4y

— Blogger Buku Ind (@BBI_2011) March 24, 2016

@raafian 3. “Despereaux” bakal jadi buku kedua penulis yang kubaca setelah “Edward Tulane”. Pemenang Newbery Medal 2004! #BBILagiBaca

— Blogger Buku Ind (@BBI_2011) March 24, 2016

@raafian 4. Timothy Basil Ering digaet penulis sebagai ilustrator buku ini. Bakal lebih asik nih bacanya! #BBILagiBaca

— Blogger Buku Ind (@BBI_2011) March 24, 2016

@raafian 5. Tunggu progres selanjutnya tentang “Despereaux”! Kamu, iya kamu, lagi baca apa sekarang? #BBILagiBaca

— Blogger Buku Ind (@BBI_2011) March 24, 2016

@raafian: 6. perjalanan kali ini ditemani “Despereaux” di dalam bus patas antar kota antar propinsi. #BBILagiBaca pic.twitter.com/iNaxN5OYZw

— Blogger Buku Ind (@BBI_2011) March 26, 2016

@raafian: 7. progres: halaman 50. “Despereaux” adalah nama seekor tikus yang mencintai seorang putri. seru! #BBILagiBaca

— Blogger Buku Ind (@BBI_2011) March 26, 2016

@raafian 8. progres: halaman 194. buku ini dibagi menjadi 4 bagian. selain Despereaux, ada dua karakter lain yang diceritakan. #BBILagiBaca

— Blogger Buku Ind (@BBI_2011) March 30, 2016

@raafian 9. gaya bercerita seperti dongeng dengan ilustrasi bergaya realis macam ini. #BBILagiBaca pic.twitter.com/VefanUjYYZ

— Blogger Buku Ind (@BBI_2011) March 30, 2016

@raafian 10. “Kisah Despereaux” beralur cepat. 70-an halaman lagi, tidak sulit untuk dihabiskan dalam sekali waktu. #BBILagiBaca

— Blogger Buku Ind (@BBI_2011) March 30, 2016

@raafian 11. selesai “Kisah Despereaux” tadi sore. dongeng yang hangat, tapi tidak semenyentuh “Edward Tulane”. ulasan segera! #BBILagiBaca

— Blogger Buku Ind (@BBI_2011) March 30, 2016

Menyenangkan ketika bisa berbagi pengalaman membaca kepada khalayak melalui media Twitter. Sekali lagi, aku salut dan berterima kasih kepada Divisi Event BBI yang telah menyelenggarakan acara seseru ini! Acara semacam ini bisa diteruskan pada kesempatan berikutnya.


Ulasan ini untuk tantangan:
1. Posting Bareng BBI 2016 bulan Maret bertema #BBILagiBaca

7 Comments

  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar
  • Avatar

Leave a Reply

Your email address will not be published.